Kunci Narasi

Kunci Narasi Indonesia

Siapkan Masa Depan Finansial Anak Muda, Home Credit Edukasi Mahasiswa Unpar
Home

Siapkan Masa Depan Finansial Anak Muda, Home Credit Edukasi Mahasiswa Unpar

Kuncinarasi.com — Dalam beberapa tahun terakhir, generasi muda Indonesia menghadapi tantangan finansial yang semakin kompleks. Perubahan gaya hidup, penetrasi platform digital, hingga meningkatnya kemudahan akses pembiayaan membuat anak muda harus cerdas dalam mengelola keuangan sejak dini. Kondisi tersebut menjadi perhatian sejumlah perusahaan, termasuk Home Credit Indonesia, yang terus mendorong pentingnya literasi finansial agar generasi muda tidak sekadar menjadi pengguna produk keuangan, tetapi juga konsumen yang bertanggung jawab dan mampu merencanakan keuangan masa depan.

Untuk mendukung hal tersebut, Home Credit Indonesia menggelar program edukasi finansial bertajuk Financially Smart Youth kepada mahasiswa Universitas Katolik Parahyangan (Unpar). Program ini bertujuan memberikan pemahaman menyeluruh mengenai pengelolaan keuangan pribadi, manajemen pembayaran, perencanaan investasi, hingga langkah strategis dalam menghadapi keputusan finansial jangka panjang.

Menurut Home Credit, masa kuliah merupakan titik penting bagi generasi muda dalam membangun fondasi finansial. Di usia ini, banyak mahasiswa mulai mendapat tanggung jawab mengatur uang bulanan, transportasi, belanja kebutuhan pribadi, dan bahkan mulai memutuskan apakah akan mengambil cicilan, mengikuti investasi, atau menyusun dana darurat.

Melalui program edukasi yang diselenggarakan secara tatap muka di kampus Unpar Bandung, Home Credit ingin memastikan bahwa setiap mahasiswa memahami dasar-dasar pengelolaan uang yang sehat. Tim edukasi menjelaskan konsep keuangan secara praktis, mudah dipahami, dan relevan dengan kehidupan mahasiswa masa kini.

Peserta mendapatkan panduan mulai dari cara menghitung pemasukan dan pengeluaran, menetapkan batas belanja, mencatat transaksi, hingga pentingnya memiliki dana cadangan minimal tiga sampai enam bulan kebutuhan hidup. Dengan pemahaman yang komprehensif, mahasiswa diharapkan tidak lagi mengelola uang berdasarkan emosi atau tren, melainkan melalui perhitungan yang realistis dan terukur.

Salah satu fokus penting dalam edukasi ini adalah pemahaman tentang layanan keuangan digital seperti paylater, kredit, hingga cicilan berbasis aplikasi. Home Credit menilai bahwa perkembangan pembiayaan digital tidak dapat dicegah, namun pengguna perlu memahami risikonya agar tidak terjerat beban finansial berlebihan.

Mahasiswa diajak untuk memahami cara menilai kemampuan membayar sebelum mengambil cicilan, membaca perjanjian kredit dengan teliti, serta mengenali konsekuensi jika tidak mampu membayar tepat waktu. Edukasi ini juga menekankan pentingnya membandingkan biaya administrasi, margin, bunga, hingga denda setiap produk pembiayaan digital.

Home Credit menekankan bahwa pembiayaan digital bukanlah musuh, melainkan alat finansial yang dapat membantu kebutuhan jika digunakan secara tepat. Anak muda yang mampu mengelola kredit dengan baik justru bisa menciptakan rekam jejak pembayaran yang positif sehingga memudahkan pengajuan kebutuhan finansial di masa depan.

Selain edukasi pengelolaan anggaran harian, acara ini juga menyoroti pentingnya persiapan finansial setelah lulus kuliah. Banyak anak muda yang langsung memperoleh penghasilan tetap tetapi kesulitan mengatur keuangan karena tidak memiliki arah yang jelas sejak awal.

Home Credit mendorong mahasiswa menyusun rencana keuangan lima hingga sepuluh tahun ke depan. Beberapa poin yang disampaikan antara lain:

  • Mengalokasikan dana darurat sebagai prioritas pertama.
  • Menentukan batas belanja maksimal bulanan.
  • Menyusun porsi tabungan, cicilan, konsumsi, dan gaya hidup secara seimbang.
  • Mulai memikirkan instrumen investasi rendah risiko seperti deposito atau reksa dana.
  • Menilai kembali kemampuan finansial sebelum membuat keputusan besar seperti membeli gadget baru atau kendaraan.

Dengan bekal perencanaan ini, mahasiswa diharapkan memasuki masa kerja dengan kesiapan yang lebih matang sehingga terhindar dari kesalahan pengelolaan uang yang sering dialami generasi muda pada awal karier.

Program edukasi keuangan ini mendapat respons sangat positif dari mahasiswa Unpar. Banyak peserta merasa bahwa materi yang diberikan tidak hanya relevan, tetapi juga jarang diperoleh secara formal di bangku kuliah.

Mahasiswa mengaku semakin memahami cara membuat anggaran, mengenali prioritas finansial, serta memahami pentingnya memiliki tujuan keuangan jangka panjang. Beberapa mahasiswa menyampaikan bahwa edukasi seperti ini perlu terus dilakukan agar anak muda tidak terjebak pada pola konsumsi berlebihan yang hanya mengikuti tren media sosial atau dorongan lingkungan.

Home Credit Indonesia menegaskan bahwa edukasi finansial seperti ini bukan sekadar program satu kali, melainkan bagian dari komitmen besar perusahaan dalam memperbaiki budaya keuangan masyarakat Indonesia.

Perusahaan menyadari bahwa semakin cepat masyarakat memahami tata kelola keuangan yang benar, semakin kuat pula ekosistem pembiayaan nasional berjalan secara sehat. Dengan masyarakat yang mampu mengatur keuangan, perusahaan pembiayaan juga akan mendapatkan konsumen yang bertanggung jawab dan memiliki kemampuan bayar yang lebih stabil.

Ke depan, Home Credit berencana memperluas kerja sama dengan lebih banyak kampus dan institusi pendidikan agar semakin banyak generasi muda tersentuh program literasi keuangan yang menyeluruh.

Edukasi finansial kepada mahasiswa Unpar menjadi bukti bahwa persiapan masa depan tidak hanya dibangun melalui keterampilan akademik, tetapi juga melalui kemampuan mengelola uang secara bijak. Generasi muda yang memiliki pemahaman finansial yang kuat akan lebih siap memasuki dunia kerja, mengatur kebutuhan hidup, dan menyusun masa depan yang stabil.

Dengan kolaborasi kampus, lembaga finansial, dan masyarakat, program seperti ini diharapkan mampu melahirkan generasi muda yang tangguh secara ekonomi, dapat mengambil keputusan keuangan dengan sadar, dan tidak mudah terbawa arus konsumsi impulsif.