Kunci Narasi

Kunci Narasi Indonesia

Siapa Pemilik Saham GTSI, Profil Bisnis LNG dan Pengendali Utamanya
Bisnis

Siapa Pemilik Saham GTSI, Profil Bisnis LNG dan Pengendali Utamanya

Kuncinarasi.comPT GTS Internasional Tbk (kode saham GTSI) merupakan salah satu emiten pelayaran spesialis pengangkutan Liquefied Natural Gas (LNG) dan jasa terkait di Indonesia. Perusahaan ini dikenal sebagai bagian penting dari sektor energi nasional, khususnya dalam hal logistik angkutan gas cair yang menjadi komoditas strategis bagi kebutuhan listrik, industri, dan pasokan energi domestik.

Didirikan pada 1986 sebagai divisi dari Humpuss Group, GTSI kemudian berkembang menjadi entitas tersendiri yang fokus pada bisnis LNG carriers dan unit penyimpanan serta regasifikasi (FSRU). Perusahaan menyediakan layanan pengangkutan LNG, manajemen kapal, hingga solusi infrastruktur bagi pelaku industri energi.

Struktur Bisnis dan Fokus Operasi

GTSI beroperasi dengan fokus utama pada vessel chartering, manajemen kapal, serta layanan komersial yang mendukung distribusi LNG di berbagai wilayah, termasuk target rute domestik dan internasional. Armadanya mencakup kapal LNG yang dimiliki sendiri dan dikelola melalui anak usaha seperti PT Humolco LNG Indonesia.

Seiring waktu, perseroan turut mengembangkan Floating Storage and Regasification Unit (FSRU) yang berperan penting dalam penyimpanan dan regasifikasi gas laut jauh menjadi gas siap pakai, mendukung kebutuhan pembangkit listrik maupun industri lain.

GTSI di Pasar Modal

GTS Internasional resmi mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia melalui penawaran umum perdana (IPO) pada Agustus–September 2021, dengan penawaran sekitar 2,40 miliar saham yang berhasil menghimpun dana sekitar Rp240 miliar. Pencatatan ini menjadi momentum penting buat perusahaan untuk memperkuat struktur modal dan mendukung ekspansi armada kapal.

Sejak melantai di bursa, saham GTSI mengalami fluktuasi dan bahkan menunjukkan tren kenaikan signifikan. Aktiva saham terdaftar mencapai sekitar 15,8 miliar saham, dan kapitalisasi pasar perseroan terus mencatat peningkatan sejalan dengan strategi ekspansi bisnisnya.

Siapa Pemilik Saham GTSI?

Soal kepemilikan saham GTSI, struktur pemegang saham menunjukkan bahwa mayoritas saham berada di tangan perusahaan induk. Berdasarkan data terbaru registrasi pemegang efek:

  • PT Humpuss Maritim Internasional Tbk (HUMI) menguasai sekitar 84,8% saham GTSI.
  • Sisanya dimiliki oleh masyarakat dan investor publik sekitar 15,17%.

HUMI sendiri merupakan bagian dari Humpuss Group, konglomerat bisnis yang bergerak di berbagai sektor termasuk energi, pelayaran, dan infrastruktur. Kepemilikan HUMI ini menempatkan GTSI sebagai entitas anak yang dikendalikan oleh induk usaha tersebut.

Pengendali Saham dan Pemilik Akhir

Meskipun PT Humpuss Maritim Internasional memegang saham mayoritas, pemilik manfaat akhir dari grup tersebut adalah Hutomo Mandala Putra, yang lebih dikenal publik sebagai Tommy Soeharto. Kekuasaan keluarga Soeharto dalam struktur ini tercermin dari keterkaitan HUMI dan entitas lain dalam Humpuss Group yang dipimpin atau berada di bawah kendali keluarga tersebut.

Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pihak pengendali GTSI secara tidak langsung mengacu kepada individu pemilik manfaat akhir dari HUMI, yang menjadi figur sentral dalam jaringan kepemilikan perseroan.

Profil Singkat Pengendali: Tommy Soeharto

Hutomo Mandala Putra — akrab disebut Tommy Soeharto — dikenal sebagai pengusaha Indonesia yang telah lama berkecimpung di sektor energi dan bisnis strategis lainnya. Meski berasal dari keluarga berkontroversi secara politik, kiprah bisnisnya melalui berbagai entitas termasuk dalam industri maritim dan energi cukup signifikan.

Keterlibatan keluarga Soeharto dalam GTSI membuat perseroan tidak hanya menjadi entitas pelayaran biasa, tetapi juga bagian dari jaringan usaha yang lebih luas dengan koneksi kuat di sektor energi nasional.

Strategi Bisnis dan Ekspansi Armada

GTSI terus berupaya memperkuat armadanya sebagai bagian dari strategi jangka panjang. Misalnya, pada akhir 2025, perseroan membeli kapal LNG tambahan dengan nilai transaksi sekitar USD 24,5 juta untuk memperluas kapasitas operasionalnya. Kapal yang dibeli dari perusahaan asing tersebut diubah namanya menjadi Danaputri 1, memperkuat jangkauan dan potensi layanan GTSI.

Selain itu, GTSI tengah mengamankan pendanaan tambahan senilai sekitar US$50 juta untuk pembelian dua armada lagi, menandai ekspansi aktif setelah lebih dari dua dekade. Pendanaan ini berasal dari fasilitas pembiayaan bank, menunjukkan dukungan lembaga finansial terhadap prospek perusahaan.

Peran GTSI dalam Energi Nasional

Dalam konteks industri energi nasional, GTSI berperan sebagai bagian penting dalam rantai pasok LNG, termasuk layanan charter kapal untuk distribusi gas yang mendukung pembangkit listrik, industri, dan utilitas lain. Armada GTSI menghubungkan titik produksi gas dengan titik konsumsi, baik domestik maupun, dalam beberapa kasus, regional.

Perusahaan juga turut berperan dalam mendukung transisi energi bersih melalui penyediaan infrastruktur yang diperlukan dalam logistik energi serta potensi FSRU untuk mempercepat akses gas alam cair di berbagai wilayah.

Tantangan dan Prospek Ke Depan

Seperti sektor lain, bisnis pengangkutan LNG menghadapi tantangan seperti fluktuasi harga energi global, biaya operasional armada yang tinggi, serta persaingan regional dan internasional. Namun, struktur kepemilikan kuat, dukungan finansial, dan strategi ekspansi armada memberikan GTSI kedudukan yang relatif solid untuk menghadapi dinamika pasar energi.

Kepemilikan dan Kontrol GTSI

Secara ringkas, PT GTS Internasional Tbk (GTSI) adalah perusahaan pelayaran khusus LNG dengan struktur saham mayoritas dikuasai oleh PT Humpuss Maritim Internasional Tbk, bagian dari Humpuss Group. Penerima manfaat akhir dari pengendali saham ini adalah Hutomo Mandala Putra (Tommy Soeharto), menjadikan GTSI sebuah perusahaan publik dengan sentral kontrol yang kuat dari konglomerat energi nasional.