Kunci Narasi – Bulan Ramadan selalu membawa berkah tersendiri bagi para pelaku usaha kuliner. Fenomena pergeseran pola konsumsi masyarakat yang cenderung mencari takjil manis dan praktis membuka celah bisnis yang sangat lebar. Salah satu komoditas yang kini tengah naik daun dan diprediksi akan merajai pasar kudapan buka puasa adalah Roti IB (sebutan populer untuk varian roti isian atau roti kasur dengan aneka topping melimpah). Karakteristiknya yang lembut, mengenyangkan, dan fleksibel dalam hal rasa menjadikan Roti IB sebagai primadona baru di meja makan keluarga Indonesia.
Menakar Manisnya Peluang Bisnis Camilan Kekinian
Ada beberapa alasan fundamental mengapa Roti IB menjadi pilihan bisnis yang cerdas dibandingkan jenis kue kering atau gorengan biasa:
- Pengganti Karbohidrat yang Praktis: Setelah seharian berpuasa, tubuh membutuhkan asupan glukosa dan karbohidrat untuk mengembalikan energi. Roti IB menawarkan solusi makan praktis yang tidak seberat nasi namun lebih mengenyangkan daripada sekadar kurma.
- Variasi Rasa Tanpa Batas: Roti IB sangat adaptif. Pengusaha bisa bermain dengan rasa tradisional seperti cokelat, keju, dan kacang merah, hingga rasa kekinian seperti matcha, tiramisu, lotus biscoff, atau varian gurih seperti daging ayam cincang dan abon.
- Daya Simpan yang Relatif Baik: Berbeda dengan takjil basah yang mudah basi dalam hitungan jam, Roti IB yang diproses dengan benar dapat bertahan 3 hingga 5 hari dalam suhu ruang, menjadikannya opsi menarik untuk dikirim sebagai hantaran atau hampers Ramadan.
Untuk memenangkan persaingan bisnis kuliner di bulan Ramadan, pelaku usaha Roti IB harus jeli melihat momentum. Strategi pemasaran dapat dibagi menjadi dua fokus utama.
-
Paket Takjil Satuan: Menjual Roti IB dalam ukuran personal atau slice di pasar kaget Ramadan atau melalui aplikasi ojek online menjelang waktu berbuka. Harga yang terjangkau akan menarik minat pembeli impulsif yang mencari camilan cepat.
-
Paket Hampers Lebaran: Menjelang Idul Fitri, permintaan akan hantaran meningkat tajam. Roti IB dapat dikemas dalam kotak eksklusif dengan kartu ucapan bertema Ramadan. Varian “Roti Sobek” atau “Roti Kasur” sangat cocok untuk segmen ini karena bentuknya yang estetis saat difoto (Instagrammable).
Memulai bisnis Roti IB tidak selalu membutuhkan modal raksasa. Bagi pemula, produksi bisa dimulai dari skala dapur rumahan (home industry). Kunci utama keberhasilan Roti IB terletak pada tekstur roti yang empuk (soft bread). Penggunaan teknik tangzhong (water roux) atau pemilihan ragi yang tepat sangat menentukan apakah roti tetap lembut saat dikonsumsi keesokan harinya.
Selain itu, pemilihan bahan isian (filling) berkualitas tinggi akan membangun loyalitas pelanggan. Jangan ragu untuk memberikan isian yang royal, karena di era media sosial, “kejutan” saat roti disobek dan isiannya meluap menjadi nilai jual (USP) yang sangat kuat.
Kesimpulan Adonan Cuan Yang Menjanjikan
Tentu saja, bisnis ini bukan tanpa tantangan. Lonjakan harga bahan baku seperti tepung terigu, mentega, dan gula di bulan Ramadan bisa menekan margin keuntungan. Solusinya, pelaku usaha harus melakukan stok bahan baku sejak sebelum Ramadan atau menjalin kerja sama dengan pemasok grosir. Manajemen waktu juga krusial; karena permintaan memuncak di sore hari, jadwal produksi harus diatur sedemikian rupa agar roti yang sampai ke tangan konsumen tetap dalam kondisi segar (fresh from the oven).
Roti IB bukan sekadar tren sesaat, melainkan peluang bisnis nyata yang berbasis pada kebutuhan konsumsi masyarakat. Dengan sentuhan kreativitas pada varian rasa dan kemasan yang menarik, Roti IB bisa menjadi sumber penghasilan tambahan yang sangat menguntungkan selama Ramadan. Kelezatan adonan yang dipadu dengan kemudahan akses pesanan akan membuat bisnis ini selalu dinanti oleh para pemburu takjil setiap harinya.





