Kuncinarasi.com – Di kawasan Palaran, Samarinda, hiruk-pikuk pembangunan properti saat ini sedang menjadi pemandangan sehari-hari yang penuh kesibukan. Termasuk PT Resource Alam Indonesia Tbk (KKGI) memalui segmen usaha Rain Realty, kini sedang tancap gas mengerjakan pembangunan proyek perumahan Samara Residence. Di 2026 ini Rain realty mulai pembangunan proyek perumahan perdana di Palaran Samarinda, dimulai dari perumahan subsidi Samara Residence seluas 4 hektare (Ha) sebanyak 288 unit senilai Rp 60 Miliar.
Transformasi bisnis menjadi agenda krusial bagi banyak perusahaan komoditas untuk menjaga stabilitas pendapatan jangka panjang. KKGI menyadari bahwa ketergantungan pada sektor ekstraktif memiliki risiko fluktuasi harga global. Oleh karena itu, sektor properti dipilih sebagai pilar baru. Melalui anak usahanya, perusahaan mulai mempercepat pembangunan hunian eksklusif dan kawasan komersial di Samarinda, sebuah kota yang kini mengalami lonjakan permintaan properti akibat efek domino pembangunan IKN.
KKGI Kebut Progres Properti di Samarinda Senilai Rp 60 Miliar
Nilai Rp 60 miliar yang dikucurkan oleh KKGI dialokasikan secara komprehensif untuk memastikan standar kualitas tinggi. Dana tersebut mencakup pembebasan lahan strategis, pembangunan infrastruktur dasar seperti akses jalan utama, sistem drainase modern, hingga pembangunan unit-unit rumah contoh. Strategi ini menunjukkan bahwa KKGI tidak ingin setengah-setengah dalam memasuki pasar properti. Mereka menyasar segmen menengah ke atas yang menginginkan hunian dengan konsep modern, hijau, dan memiliki nilai investasi tinggi di masa depan.
Samarinda dipilih bukan tanpa alasan. Sebagai pusat pemerintahan provinsi, kota ini memiliki basis konsumen yang stabil, mulai dari aparatur sipil negara hingga pengusaha lokal. Dengan adanya IKN yang hanya berjarak beberapa jam perjalanan, nilai tanah di Samarinda diprediksi akan terus meroket, menjadikan proyek properti KKGI sebagai aset yang sangat likuid.
Progres Pembangunan Di Lapangan
Hingga kuartal pertama tahun 2026, progres di lapangan menunjukkan tren yang sangat positif. Laporan internal perusahaan mengindikasikan bahwa pengerjaan struktur utama dan fasilitas umum telah mencapai tahap signifikan. KKGI menerapkan sistem manajemen proyek yang ketat untuk memastikan tidak ada penundaan (delay) yang berarti. Percepatan ini penting untuk menjaga kepercayaan konsumen yang telah melakukan pemesanan unit di tahap awal (pre-launch).
Konsep yang diusung dalam proyek ini adalah Smart Living & Green Environment. Di tengah cuaca Kalimantan yang tropis, KKGI merancang kawasan dengan ruang terbuka hijau yang luas dan sistem sirkulasi udara yang baik. Hal ini menjadi daya tarik utama bagi kaum urban Samarinda yang kini semakin peduli pada kualitas hidup dan kesehatan mental.
Dampak Ekonomi Bagi Samarinda
Investasi senilai Rp 60 miliar ini membawa dampak positif bagi perekonomian lokal. Proyek KKGI menyerap ratusan tenaga kerja, mulai dari buruh bangunan hingga tenaga ahli arsitektur dan pemasaran dari putra daerah. Selain itu, sektor pendukung seperti toko bangunan, logistik, dan UMKM di sekitar lokasi proyek turut merasakan peningkatan omzet.
Kehadiran hunian berkualitas ini juga diharapkan mampu menata estetika kota Samarinda menjadi lebih modern. Dengan adanya persaingan sehat antar pengembang, konsumen pada akhirnya yang akan diuntungkan dengan pilihan hunian yang lebih bervariasi dan kompetitif.
Langkah KKGI melakukan ekspansi ke sektor properti di Samarinda dengan investasi Rp 60 miliar adalah keputusan taktis yang cerdas. Di tengah momentum pemindahan ibu kota, Samarinda telah bertransformasi menjadi “gadis cantik” bagi para investor. Jika progres ini terus berjalan sesuai jadwal, proyek ini tidak hanya akan memperkuat struktur keuangan KKGI melalui pendapatan berulang (recurring income), tetapi juga akan menjadi standar baru hunian premium di Kalimantan Timur.





