Kuncinarasi.com – Dinamika industri properti di Indonesia menunjukkan sinyal positif yang sangat kuat pada awal tahun 2026. Salah satu sorotan utama datang dari PT Jaya Sukses Makmur Sentosa Tbk (RISE), atau yang lebih dikenal dengan Tanrise Property. Emiten milik salah satu orang terkaya di Indonesia, Hermanto Tanoko, ini berhasil membukukan kinerja keuangan yang sangat impresif sepanjang tahun buku 2025 yang dilaporkan pada Maret 2026.
Keberhasilan RISE dalam mencatatkan pertumbuhan triple digit pada laba bersihnya menjadi bukti nyata bahwa strategi ekspansi dan efisiensi yang diterapkan perusahaan membuahkan hasil maksimal. Di tengah tantangan ekonomi global, RISE justru menunjukkan fundamental yang semakin kokoh dan daya saing yang tajam di pasar properti domestik.
Lonjakan Laba Bersih Hingga 165 Persen
Berdasarkan laporan keuangan auditan tahun 2025 yang dirilis pada 26 Maret 2026, RISE mencatatkan lonjakan laba bersih yang sangat signifikan. Laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk melesat hingga 165%, dari semula Rp37,34 miliar pada tahun 2024 menjadi Rp92,21 miliar pada akhir 2025.
Pertumbuhan laba yang fenomenal ini didorong oleh kenaikan pendapatan usaha yang mencapai Rp410,72 miliar, tumbuh sekitar 12,35% dibandingkan periode sebelumnya sebesar Rp365,59 miliar. Segmen residensial, khususnya penjualan apartemen, menjadi kontributor utama dengan kenaikan volume penjualan sebesar 155% secara year-on-year. Hal ini menunjukkan bahwa minat pasar terhadap produk-produk properti besutan Tanrise tetap tinggi, terutama untuk proyek-proyek yang menawarkan nilai tambah dan konsep modern.
Efisiensi Operasional dan Penguatan Struktur Modal
Selain pertumbuhan pendapatan, kunci utama dari lonjakan laba RISE adalah efisiensi beban usaha. Manajemen berhasil menekan beban penjualan serta beban umum dan administrasi secara efektif. Total beban usaha tercatat menyusut, yang secara otomatis mendongkrak margin laba usaha perusahaan. Efisiensi ini menjadi cerminan dari tata kelola perusahaan yang disiplin di bawah kepemimpinan Hermanto Tanoko.
Dari sisi neraca, struktur permodalan RISE juga semakin solid. Total aset Perseroan meningkat menjadi Rp3,52 triliun, sementara liabilitas berhasil ditekan hingga ke level Rp747,45 miliar. Untuk meningkatkan likuiditas saham di pasar modal, RISE juga telah melaksanakan aksi korporasi berupa pembagian saham bonus dengan rasio 25:12 pada Februari 2026 lalu, yang disambut positif oleh para investor di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Strategi 2026: Fokus pada Pendapatan Berulang
Memasuki kuartal pertama tahun 2026, RISE tidak menunjukkan tanda-tanda melambat. Strategi utama perusahaan kini diarahkan pada penguatan recurring income atau pendapatan berulang. Tanrise Property mulai mengoperasikan sejumlah proyek baru di sektor hospitality dan lifestyle, termasuk pengembangan kawasan vila premium dan fasilitas olahraga golf yang menargetkan pasar kelas atas.
Manajemen optimis bahwa diversifikasi portofolio ke sektor perhotelan dan komersial akan memberikan stabilitas pendapatan jangka panjang. Dengan monetisasi proyek eksisting dan percepatan pembangunan proyek-proyek strategis di Surabaya, Sidoarjo, hingga Bali, RISE diprediksi akan tetap menjadi salah satu emiten properti paling atraktif sepanjang tahun 2026. Keberhasilan ini tidak hanya memperkuat posisi Hermanto Tanoko dalam industri properti, tetapi juga memberikan optimisme baru bagi pertumbuhan ekonomi nasional.





