Kuncinarasi.com — Bisnis peralatan rumah tangga di Indonesia mencatat perkembangan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir, seiring dengan peningkatan daya beli masyarakat, inovasi produk, serta perubahan pola konsumsi di tengah masyarakat urban dan semi-urban. Tren ini tidak hanya terlihat dari volume penjualan, tetapi juga dari cara konsumen memilih, membeli, dan menggunakan produk rumah tangga, mulai dari produk fungsional biasa hingga perangkat yang terhubung dengan teknologi digital.
Industri peralatan rumah tangga kini memasuki fase pertumbuhan yang semakin tersegmentasi, di mana konsumen tidak hanya mencari produk untuk memenuhi kebutuhan dasar, tetapi juga memperhatikan aspek desain, efisiensi energi, dan teknologi yang ditawarkan. Hal ini sejalan dengan kondisi pasar properti yang juga menunjukkan tren positif, mendorong permintaan terhadap perangkat rumah yang lebih modern dan nyaman.
Pertumbuhan Penjualan dan Ekspansi Ritel
Salah satu indikator kuat dari tren ini adalah pertumbuhan aktivitas belanja serta ekspansi jaringan ritel di Indonesia. Misalnya, MR.D.I.Y. Indonesia yang merupakan jaringan ritel perlengkapan rumah tangga terbesar di kawasan ini, mencatat peningkatan belanja konsumen yang kuat sepanjang 2025. Aktivitas ini terlihat dari pembukaan lebih dari 270 toko baru dan pertumbuhan angka transaksi serta pendapatan di berbagai wilayah, termasuk area tier-2 dan tier-3 yang menjadi fokus perluasan.
Strategi ekspansi yang dilakukan oleh para pelaku ritel menunjukkan bahwa permintaan terhadap peralatan rumah tangga kian merata tidak hanya di kota besar seperti Jakarta dan Surabaya, tetapi juga di kota-kota luar Jawa. Hal ini mencerminkan perubahan pola konsumsi yang semakin inklusif, di mana masyarakat di berbagai daerah turut mengadopsi gaya hidup yang lebih modern dan memilih produk yang lebih berkualitas.
Dominasi E-Commerce dan Perubahan Perilaku Konsumen
Perubahan dalam perilaku konsumen juga menjadi pendorong utama tren bisnis peralatan rumah tangga saat ini. Pertumbuhan e-commerce di Indonesia telah ikut mengubah cara masyarakat mencari dan membeli produk rumah tangga. Platform online menyediakan kemudahan akses, perbandingan harga, dan pilihan produk yang lebih beragam, sehingga konsumen semakin nyaman berbelanja dari rumah.
Ritel omni-channel, yang menggabungkan penjualan online dan offline, menjadi strategi kunci yang diadopsi banyak brand. Secara offline, konsumen masih memilih toko elektronik untuk mengevaluasi produk secara langsung dan mendapatkan layanan purna jual. Sementara itu, online retail semakin populer di kalangan generasi muda yang mengutamakan kenyamanan dan variasi produk.
Adopsi Teknologi dan Smart Appliances
Salah satu tren paling menonjol dalam bisnis peralatan rumah tangga di Indonesia adalah penerapan teknologi pintar (smart appliances). Konsumen kini semakin tertarik kepada perangkat yang terhubung dengan internet, yang memungkinkan pengoperasian jarak jauh, integrasi dengan smartphone, serta fitur otomatisasi yang memudahkan aktivitas rumah tangga.
Permintaan terhadap smart appliances seperti kulkas pintar, mesin cuci yang dapat dikontrol lewat aplikasi, hingga vacuum cleaner otomatis mencerminkan perubahan preferensi konsumen yang haus akan kenyamanan dan efisiensi. Di beberapa kota besar, produk rumah pintar ini telah menjadi bagian dari gaya hidup modern yang semakin diminati, khususnya oleh generasi milenial dan profesional muda.
Fokus pada Efisiensi Energi dan Produk Ramah Lingkungan
Selain teknologi pintar, efisiensi energi dan aspek ramah lingkungan menjadi fokus utama konsumen saat membeli peralatan rumah tangga. Dengan meningkatnya biaya listrik dan kesadaran akan dampak lingkungan, banyak konsumen kini lebih memilih produk yang memiliki rating energi tinggi serta fitur hemat energi.
Regulasi pemerintah Indonesia juga mendukung tren ini, misalnya melalui kebijakan Minimum Energy Performance Standards (MEPS) yang mewajibkan standar efisiensi tertentu pada produk seperti kulkas, mesin cuci, dan AC. Ini mendorong produsen untuk terus berinovasi dan menghadirkan produk yang lebih hemat energi namun tetap berkualitas.
Premiumisasi dan Preferensi Desain Produk
Dengan meningkatnya pendapatan dan daya beli kelas menengah di Indonesia, terlihat juga fenomena premiumisasi dalam pilihan produk. Konsumen tidak hanya mencari produk dengan fungsi dasar, tetapi juga menginginkan peralatan rumah tangga dengan desain estetis, material berkualitas, serta fitur-fitur canggih.
Produk-produk dengan tampilan modern dan minimalis, seperti kulkas dua pintu dengan finishing elegan, mesin cuci dengan kontrol sentuh, atau peralatan kecil dengan desain unik, semakin menarik minat pembeli, terutama di kalangan konsumen urban yang memperhatikan estetika ruang tinggal mereka.
Tantangan dan Peluang di Masa Depan
Meskipun pertumbuhan industri ini terbilang kuat, tantangan tetap ada. Perubahan harga bahan baku, gangguan rantai pasok, serta persaingan ketat antara merek lokal dan internasional menjadi bagian dari dinamika pasar yang dihadapi pelaku usaha. Selain itu, ketimpangan daya beli antara wilayah perkotaan dan rural masih menjadi hambatan dalam pemerataan akses terhadap produk rumah tangga modern.
Namun begitu, tren digitalisasi, meningkatnya permintaan smart appliances, serta ekspansi ritel yang terus berkembang membuka peluang besar bagi pelaku bisnis. Para produsen dan penjual di Indonesia dituntut untuk terus berinovasi dalam produk dan strategi pemasaran, termasuk kolaborasi dengan platform digital dan adaptasi terhadap preferensi konsumen yang cepat berubah.
Secara keseluruhan, tren bisnis peralatan rumah tangga di Indonesia menunjukkan arah positif yang didorong oleh kombinasi peningkatan permintaan konsumen, adopsi teknologi, perubahan perilaku belanja, serta strategi pasar baru yang adaptif. Pasar ini diprediksi akan terus tumbuh dalam beberapa tahun ke depan, baik dari segi volume penjualan maupun diversifikasi produk, menghadirkan peluang sekaligus tantangan yang menarik bagi pelaku industri.





