Kunci Narasi

Kunci Narasi Indonesia

Laba Emiten Properti Hermanto Tanoko Melonjak
Properti

Laba Emiten Properti Hermanto Tanoko Melonjak

Kuncinarasi.com – Di tengah dinamika industri properti yang penuh tantangan, PT Jaya Sukses Makmur Sentosa Tbk (RISE) atau yang lebih dikenal sebagai Tanrise Property, berhasil menorehkan prestasi finansial yang luar biasa. Emiten milik pengusaha sukses Hermanto Tanoko ini melaporkan lonjakan laba bersih yang signifikan sepanjang tahun buku 2025. Pencapaian ini menjadi sinyal kuat bagi pasar bahwa strategi diversifikasi dan fokus pada segmen pasar yang tepat mampu memberikan hasil maksimal, bahkan di tengah situasi ekonomi global yang fluktuatif.

Lonjakan Laba Bersih Yang Fantastis

Berdasarkan laporan keuangan terbaru yang dirilis pada Maret 2026, RISE mencatatkan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp92,21 miliar. Angka ini menunjukkan kenaikan drastis sekitar 165% dibandingkan dengan perolehan tahun sebelumnya yang berada di kisaran Rp34,8 miliar. Pertumbuhan laba yang melampaui tiga digit ini menempatkan RISE sebagai salah satu emiten properti dengan pertumbuhan tercepat di bursa saham domestik.

Keberhasilan ini didorong oleh pertumbuhan pendapatan usaha yang mencapai Rp410,72 miliar, tumbuh 12,35% secara tahunan (year-on-year). Kenaikan profitabilitas yang jauh lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan pendapatan mengindikasikan bahwa perusahaan berhasil menjalankan efisiensi operasional dengan sangat baik, di mana beban umum dan administrasi justru mengalami penurunan yang sehat.

Sektor Apartemen Menjadi Penopang Utama

Kunci utama dari melesatnya kinerja RISE adalah moncernya penjualan di sektor apartemen. Sepanjang tahun 2025, penjualan apartemen melonjak hingga 155%, memberikan kontribusi sebesar 37% terhadap total pendapatan perusahaan. Angka ini naik signifikan dari kontribusi tahun sebelumnya yang hanya sebesar 16%. Keberhasilan ini membuktikan bahwa proyek-proyek hunian vertikal yang dikembangkan oleh Tanrise Property memiliki daya serap pasar yang sangat tinggi, terutama di wilayah strategis seperti Surabaya.

Surabaya tetap menjadi lumbung pendapatan utama bagi perusahaan, menyumbang lebih dari Rp330 miliar bagi total omzet. Hal ini mempertegas dominasi Tanrise di pasar properti Jawa Timur, sebelum kini mulai mengepakkan sayap lebih luas ke Bali, Bandung, hingga Kalimantan.

Strategi Penguatan “Recurring Income”

Selain mengandalkan penjualan properti (property sales), Hermanto Tanoko melalui manajemen RISE terus memperkuat basis pendapatan berulang (recurring income). Sektor hospitality dan pengelolaan aset komersial menjadi pilar stabilitas keuangan perusahaan. Meskipun sektor hotel sempat menghadapi tantangan okupansi akibat pengetatan aktivitas perjalanan, RISE tetap optimis dengan melakukan modernisasi pada aset-aset hotelnya, termasuk rencana operasional Vasa Suites Hotel di Surabaya pada kuartal pertama 2026.

Diversifikasi ke sektor lifestyle juga terlihat dengan pengembangan fasilitas driving range dan villa premium di kawasan Taman Dayu. Strategi ini bertujuan untuk menciptakan arus kas yang stabil dan tidak hanya bergantung pada siklus penjualan properti tahunan.

Ekspansi Masif di Tahun 2026

Memasuki tahun 2026, Tanrise Property tidak menunjukkan tanda-tanda perlambatan. Perusahaan telah menyiapkan peta jalan ekspansi yang ambisius, termasuk pengembangan lahan seluas ratusan hektar di berbagai lokasi premium. Proyek seperti Tanrise City di Sidoarjo dan Bandung, serta pengembangan kawasan industri di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, diproyeksikan akan menjadi mesin pertumbuhan baru.

Pemerintah Kabupaten dan mitra strategis juga memberikan dukungan bagi pengembangan kawasan terpadu yang inovatif. Dengan struktur manajemen yang diperkuat oleh figur-figur berpengalaman, RISE optimistis dapat melanjutkan momentum pertumbuhan ini. Fokus pada teknologi, privasi, dan kualitas hidup menjadi nilai jual utama yang ditawarkan kepada konsumen kelas atas.a